Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

3 pola pertanian yang merusak lingkungan hidup

Negara kita memiliki iklim tropis yang sangat cocok untuk pertanian dengan iklim dan cuaca yang beraneka ragam. Namun hal ini juga menyebabkan munculnya hama dan gulma yang merusak tanaman, sehingga menyebabkan para petani menggunakan pola pertanian yang merusak lingkungan

PENGGUNAAN PESTISIDA YANG BERLEBIHAN
sebagai solusi cepat petani biasanya menggunakan pestisida, Namun hal ini berdampak buruk pada lingkungan. Obat pestisida adalah senyawa beracun yang diperoleh secara alami atau disintesis dari bahan kimia, digunakan untuk mencegah, membasmi hama pada tanaman, mengatur pertumbuhan tanaman atau mengusir hama. Dapat dikatakan bahwa pestisida berperan dalam pengendalian hama, melindungi tanaman, memelihara dan meningkatkan hasil dan kualitas hasil pertanian, meski penting untuk pertanian penggunaan yang berlebihan dapat menyebabkan racun pestisida terserap ke tanaman dan mengakibatkan masalah kesehatan selain itu botol pestisida yang di buang sembarangan juga ikut berperan dalam pencemaran lingkungan

TIDAK TERDAPAT SISTEM PENGOLAHAN AIR DAN LIMBAH
Sebagian besar wilayah pertanian di negara kita tidak terdapat pengolahan air dan limbah. Hal ini membuat jumlah limbah yang tercemar  menjadi sangat besar. Sebagian besar merupakan limbah industri dan rumah tangga yang belum diolah secara menyeluruh sebelum dibuang. Menyebabkan dampak buruk pada kawasan pertanian dan lingkungan sekitarnya.

PENGGUNAAN PUPUK ANORGANIK YANG BERLEBIHAN 
Penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan pada tanaman merupakan situasi yang cukup mengkhawatirkan, Penggunaan pupuk yang berlebihan menyebabkan tanah mengeras, mengurangi kesuburan tanah dan kapasitas menahan air yang buruk. Selain itu, sekitar 250 ton kemasan, dan pembuangan sembarangan ke kanal dan ladang telah mencemari lingkungan.

Post a Comment for "3 pola pertanian yang merusak lingkungan hidup"

Berlangganan via Email